Standing on faith
Wednesday, June 7th, 2006Tidak terasa sebulan sudah aku berada di ibu kota. Sejak pertama aku menginjakkan kaki di kota ini, sampai hari ini, aku masih mereka-reka, alasan apa yang sebenarnya membuatku meninggalkan kota tercinta, yogyakarta.
Entah nama besar perusahaan yang menerimaku bekerja, entah ingin pergi dari kepenatan tempat kerjaku sebelumnya, entah karena ingin membantu ekonomi keluarga, entah karena sebuah berita yang membuat hati ini rasanya begitu hancur. Mungkin ini adalah pilihan terbaik yang aku punya saat itu.
Sebagian besar teman tahu, betapa besar keinginanku untuk menetap di jogjakarta, melanjutkan S2, dan menjadi dosen di universitas negeri terbesar di kota ini. Keinginan itu terpatri dalam diriku, diperkuat dengan dukungan penuh orang tua dan teman-teman. Aku cocok jadi dosen, kata mereka.
Namun saat ini, rasanya aku ingin mereview lagi semuanya. Menata ulang segala rencana, keinginan, dan harapan. Sebuah peristiwa membuatku tersadar kembali bahwa apa yang begitu kita inginkan, begitu kita harapkan, apa yang menurut kita baik, segala yang kita usahakan, belumlah tentu kita dapatkan. Ada kekuasaan Tuhan di balik semuanya, ada takdir. Sangat sulit menerima kenyataan yang bertentangan dengan keinginan, rasanya Tuhan begitu tidak adil. Maafkan aku ya Allah, aku ini hamba-Mu yang lemah.
Aku teringat kembali pada sebuah ayat … jika kamu menyukai sesuatu maka belum tentu itu baik bagimu, dan jika kamu membenci sesuatu maka belum tentu itu buruk bagimu. Allah-lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk apa yang terbaik bagiku.
Karena itulah, aku tidak berani terlalu berharap pada keinginanku yang satu ini. Takutnya yang inipun tak bisa kuraih, rasanya akan sakit sekali.
Tapi aku lebih takut jika keinginanku ini tak sesuai dengan kehendak-Nya, lebih takut jika yang kujalani ini bukanlah yang terbaik menurut-Nya. Sekarang aku hanya ingin menjalani semuanya, terus berusaha menggapai keinginan, dan terus berdoa semoga apa yang menjadi keinginanku ini adalah juga keinginan-Nya.
Aku ingat doa-doa yang selalu kupanjatkan, yang kupinta adalah yang terbaik untukku, terbaik menurut-Nya. Dan semua peristiwa yang kualami, semua jalan yang kutempuh hingga hari ini, kuyakin adalah jawaban-Nya.
Ya Allah…Engkau yang paling mengerti diriku, bagaimana sulitnya aku membuat keputusan…
begitu banyak pertimbangan…bermacam alasan…
Ya Allah…Engkau yang menata hatiku..berilah aku kekuatan
menerima semua ketetapan..menghadapi semua persoalan
Pilihkanlah yang terbaik menurut-Mu…
yang dapat mengantarkanku lebih dekat pada-Mu…
Aku berserah pada titah-Mu…
Kupinta selalu dalam doa-doa ku, dalam dzikir-ku…
di setiap shalatku…
Walau aku bukanlah hamba-Mu yang taat..
bukan pula hamba-Mu yang selalu ingat…
namun kuyakin..Engkau Maha Kasih…
Iringilah langkahku…
tuntunlah aku selalu menuju jalan-Mu
Amien….