lagu lawas
Usah kau kenang lagi sayang
Masa yang telah silam
Walau derita akan menjelang
Usah kau harap lagi sayang
Cintaku telah hilang
Anggaplah itu mimpi di hari siang
Pagi ini, bisku menyetel lagu lawas. Lagu itu. Jadi ndak
konsen menghapal. Ya sudahlah, ndengerin aja. Di sebelahku duduk seorang ibu,
usianya sekitar 40-an. Dia ikutan nyanyi, tapi pelan. Hihi, itu emang lagu yang
ngetop di zamannya, kayanya.
Lagu kedua, lagu
ketiga, aku ndak tahu, lum pernah denger sebelumnya. Yang kuingat cuma bagian “
uwo, uwo, uwo…..” : ))
Lagu keempat, pernah denger…
“…. menangis aku sendiri, terdiam pun aku sendiri….”
“ …. hanya titik air mata, dan senyum kehancuran ….”
Walah lagune…. Senyum kehancuran itu kaya apa coba,
aneh-aneh aja ;))”
Lagu keempat, apa ya tadi .. lupa. Lagu keenam, ketujuh, ke-n, dah ndak ndengerin lagi. Bis masuk terminal jombor, ngetem, untung ndak selama biasanya. Aku melamun. (Selasa, 13 Desember 2005)
January 9th, 2006 at 1:57 am
ini lagunya gini ya :
“…. padaku…
bila dikau pergi
kuingin rasanya dikau….
…
mengapa… tidaklah kau maafkan./..
mengapa… kau”
ya kira2 gitu deh: pada nangkep gak ?
July 1st, 2008 at 10:51 am
dari sekian banyak hal yangt bisa di beli dengan duit, mungkin yang tidak bisa di beli dengan apapun adalah kenangan,mungkin kecil bagi kita, tapi mungkin milyaran atau bahkan trilyunan harganya bagi orang lain, masa indah dulu ……